24/09/2014 04:22
Siswa SMP Dilarang Kendarai Sepeda Motor
Siswa SMP Dilarang Kendarai Sepeda Motor

 

Jakartapress.com - Kapolres Sintang, AKBP Oktavianus Marthin, melalui Kasat Lantas Polres Sintang, AKP Dwi Budi M SIK, mengatakan pada tahun 2012 mendatang pihaknya menargetkan tidak ada lagi siswa setingkat SMP di Kabupaten Sintang yang menggunakan sepeda motor  ke sekolah.

Hal tersebut dikatakan AKP Dwi Budi ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (23/11/2011). AKP Dwi Budi mengatakan pihaknya menyadari bahwa tidak semua siswa menyambut baik sosialisasi larangan penggunaan sepeda motor bagi siswa setingkat SMP di Kabupaten Sintang. Namun sosialisasi terus dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut dari penerapan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan.

"Banyak siswa yang kecewa dengan larangan yang kita sosialisasikan tersebut, hanya saja ini merupakan aturan yang tidak bisa ditoleransi. Karena mulai tahun 2012 mendatang kita akan menindak tegas, jika masih ada siswa yang menggunakan kendaraan ketika sekolah terutama setingkat SMP karena belum bisa mendapatkan SIM," tandasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Bandung melarang keras siswa SMP di Kabupaten Bandung untuk mengendarai sepeda motor. Larangan ini terkait banyaknya siswa SMP berseliweran di jalan mengendarai motor bahkan sambil ugal-ugalan. Padahal jelas sekali siswa SMP belum cukup umur untuk memiliki SIM (surat izin mengemudi).

"Siswa SMP itu rata-rata usianya masih di bawah 17 tahun. Sedangkan mereka yang berhak memiliki SIM harus berusia 17 tahun ke atas. Untuk itu kami melarang siswa SMP membawa motor," kata Kapolres Bandung AKBP Sony Sonjaya kepada wartawan, minggu lalu.

Sony mengatakan, Undang-undang mensyaratkan batas usia pemilik SIM adalah17 tahun ke atas. Untuk itu mereka yang belum cukup umur, tidak diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor. Jika tetap nekat, itu berarti pelanggaran dan polisi tak segan-segan untuk menindaknya.

Menurut Sony, karena belum cukup umur, keterampilan siswa SMP untuk mengendarai kendaraan bermotor menjadi sangat minim. Mereka juga kerap membahayakan pengguna jalan lainnya. Tak heran di jalanan beberapa kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Sony mengatakan, terkait pelarangan ini, pihaknya akan lebih meningkatkan patroli dan razia kendaraan bermotor. Siswa SMP akan menjadi sasaran razia tersebut. Selain siswa SMP, siswa SMA yang kerap membawa motor secara ugal-ugalan juga akan ditindak. "Aturan hukum bagi pelanggar lalu lintas sudah jelas. Kami akan terapkan sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas kapolres.

Sony mengimbau, kepada para orangtua agar lebih memerhatikan perilaku anak-anaknya. Jika belum cukup umur untuk memiliki SIM, maka orangtua harus berani melarang anaknya untuk mengendarai kendaraan bermotor. "Pihak sekolah juga harus lebih proaktif. Sebab kenyataannya masih ada siswa SMP yang berangkat ke sekolahnya mengendarai sepeda motor. Kami berharap semua pihak ikut menertibkan persoalan ini," ujar Sony. [tribun/ari]

Berita Terkait

Zoom In Zoom In   Reset Reset   Zoom Out Zoom Out  
 


www.jakartapress.com - PT. Image Power Communication
contents are law enforced and copyrighted ©.