25/10/2014 11:27
Topeng Monyet, Modus Baru Pengemis
Topeng Monyet, Modus Baru Pengemis

Jakartapress.com – Makin  maraknya atraksi topeng monyet di lampu merah Jakarta, membuat sebuah LSM peduli binatang gerah dan meminta Pemprov DKI melarang keberadaan  mereka.

Menurut Koordinator Riset dan Rehabilitasi Satwa Jakarta Animal Aid Network, Benfika, atraksi topeng monyet itu tidak lebih dari modus pengemis saja. "Selain karena kita lihat makin menjamur dan sudah mengganggu ketertiban bagi pejalan kaki, itu juga merupakan bagian dari kegiatan mengemis dengan menggunakan monyet," ujar Benfika, di Jakarta, Minggu (18/9/2011).

Sejak 2009, Jakarta Animal Aid telah menyurati berbagai instansi pemerintah untuk memperhatikan masalah yang kian memprihatinkan itu.

Dia berharap, melalui kampanye 'Bebaskan Jakarta dari Topeng Monyet' ini masyarakat dapat membantu melakukan sosialisasi untuk tidak memberikan uang atau apapun kepada pengemis topeng monyet. "Karena memberi, sama saja dengan turut menyiksa satwa," tegasnya.

Menurut Benfika, monyet merupakan salah satu dari 40 jenis satwa yang tidak dilindungi oleh pemerintah. Pihaknya menyayangkan hal seperti ini tak mendapat perhatian khusus.

"Sangat ironis hidup monyet ekor panjang ini. Selain dimanfaatkan oleh pengemis, monyet juga disalahgunakan untuk restoran dan kosmetik sebagai kelinci percobaan," tutur Benfika yang menganggap topeng monyet bukanlah bagian dari kebudayaan Indonesia. [jp/f]

Berita Terkait

Zoom In Zoom In   Reset Reset   Zoom Out Zoom Out  
 


www.jakartapress.com - PT. Image Power Communication
contents are law enforced and copyrighted ©.