28/08/2014 13:08
'Sulap' Motor Cara Gondrong
'Sulap' Motor Cara Gondrong

JAKARTAPRESS.COM -  Di kalangan bikers pecandu modifikasi, Gondrong Sticker cukup kesohor. Kios cutting sticker yang dikomandani Olit ini sudah ‘menyulap’ banyak motor yang berseliweran di aspal Jakarta.

Sekitar sepuluh tahun lalu, di sisi Jalan KH. Abdullah Syafi’i, persis di sisi flyover ada dua pemuda jual jasa ‘membungkus’ body motor dengan stiker aneka warna.

Mereka mangkal menggunakan gerobak dorong. Peralatannya pun  seadanya seperti cutter, gunting dan korek api. Namun, karyanya diminati anak muda yang ingin ubah penampilan motor dengan biaya relatif murah.

Karena Olit (36), si empunya lapak berambut gondrong, banyak pelanggan menyapa pemuda asli Betawi itu dengan panggilan Gondrong. Kepiawaian  Olit menggunting stiker, memadukan warna dan desain ke body motor akhirnya tersebar dari mulut ke mulut. Bahkan masuk dunia maya lewat forum otomotif.

Akibatnya bisa ditebak, tempat mangkal Olit tidak pernah sepi. Sepanjang hari selalu ada motor menunggu antrian, bahkan sebelum ‘jam operasional’ satu dua pelanggan sudah menunggunya.

Kegigihan Olit setidaknya menjadi bukti eksistensinya. Pelanggan lama masih sering datang, sementara pelanggan baru terpuaskan dengan sentuhan kreatifitasnya. Kini Gondrong Sticker sudah menempati kios semi permanen lumayan luas, plus areal parkir. Disana juga menjual aksesoris motor, helm dan pernak-pernik lain.

Perkembangan teknologi sesuai kebutuhan pun dilengkapi. Jika sebelumnya hanya pakai cutter dan gunting, kini Olit sudah pakai mesin cutting stiker canggih plus satu unit computer. “Buat bikin huruf kalau pakai mesin lebih rapi dan presisi,” terang Olit yang kerja manual untuk membalut body motor.

Banyak alasan orang mengubah tampilan motornya dengan stiker, selain harganya lebih murah, jika sudah bosan bisa dicopot dan diganti. “Ketimbang dicat ulang, mahal, lama dan tidak bisa sering-sering diganti,” papar Yono, pelanggan yang sudah dua kali ganti penampilam motor sportnya di sini.

Olit patok harga dikisaran Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu untuk segala jenis motor. Dalam sehari, Gondrong Sticker menerima pasien sampai 30 motor.

Umumnya bikers yang datang ke bengkel ini berasal dari wilayah Jakarta Selatan, Bekasi dan Depok. “Ada juga yang datang dari Bogor dan Bandung,” kata Olit.

Menurut Olit, tidak semua jenis stiker bisa dipakai. “Saya pakai scotlight biasa atau Oracal. Kelebihannya yang jelas lebih murah, lebih gampang dibentuk dan kalau pun nantinya bosen, gampang dilepas. Tapi ada yang minta, stiker 3M. Harga lebih mahal, di bodi motor lengket banget jadi susah ngelepasnya kalau mau diganti,” paparnya.

Banyak pengguna motor, khususnya motor sport yang ingin motornya tampil beda dengan yang lain. Bahkan tidak jarang, motor yang masih ‘gres’ dari dealaer, belum ada plat nomor, sudah diboyong ke Gondrong minta ‘disulap’ menjadi sosok lain. “Biasanya mereka pingin seperti motor GP,” cerita pria yang sudah punya 3 karyawan ini.

Biasanya pelanggan datang sudah membawa ‘konsep’ apa yang akan diaplikasikan ke motornya. Tapi tidak sedikit yang ‘melepas’ terserah Olit mau didesain seperti apa. Untuk menambah wawasan dan kreatifitas, Olit kerap melirik majalah segmen otomotif atau sekedar berselancar di internet. [ara/fu]

Berita Terkait

Zoom In Zoom In   Reset Reset   Zoom Out Zoom Out  
 


www.jakartapress.com - PT. Image Power Communication
contents are law enforced and copyrighted ©.